3 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Kalau Mengalami Kredit Macet

Bukan hanya bagi debitur, risiko kredit macet juga menjadi hal yang bisa menghantui dan mengganggu bisnis kreditur. Kredit macet adalah sebuah kondisi di mana debitur mengalami kendala pembayaran dan tidak sanggup lagi dalam memenuhi kewajiban pembayaranya kepada lembaga pinjaman sesuai dengan yang tertera dalam kontrak perjanjian. 

Maka dari itulah, ketika mengajukan pinjaman dana ke bank atau lembaga pinjaman sejenis, prosesnya cukup panjang dan perlu disertai banyak dokumen. Sebab, lembaga pinjaman perlu menganalisa dan mengetahui kapasitas finansial calon debitur dan menghitung risiko kreditnya. Begitu juga halnya dengan fintech pinjaman dana. Meski prosesnya lebih cepat dibanding bank, fintech juga memiliki persyaratan dan dokumen yang harus dipenuhi pengguna ketika daftar & mengajukan pinjaman. 

Nah, bagi calon debitur, wajib sifatnya untuk tahu betul kemampuan finansial pribadi dan menghitung dengan cermat sebelum mengajukan pinjaman. Sebab, selain merugikan, kredit macet juga bisa bikin pusing tujuh keliling. Namun, jangan panik. Segera lakukan 3 hal berikut ini ketika kamu mengalami kondisi tersebut: 

Mengajukan program keringanan dari lembaga pinjaman dana terkait

Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi yang menurun, risiko kredit macet nasabah memang berpotensi meningkat. Karena itulah, belakangan ini banyak juga lembaga pinjaman yang membuat program keringanan bayar bagi nasabah yang berkendala dalam hal pembayaran. Yang pertama diperlukan dari debitur adalah itikad baik. Jika kamu berada dalam kondisi ini, maka segera hubungi lembaga pinjaman dan bernegosiasi untuk menyelesaikan utang yang tersisa. 

Untuk program keringanan, biasanya lembaga pinjaman akan memberikan persentase diskon sesuai kebijakan yang berlaku di perusahaan. Namun, setelah diberi diskon, debitur harus membayar sisa utang yang sudah didiskon dalam satu kali bayar. Ini umumnya terjadi pada kasus kartu kredit perbankan. 

Bukan hanya program keringanan, banyak juga lembaga pinjaman yang menurunkan tingkat suku bunga di tengah pandemi sesuai dengan kebijakan yang diumumkan Bank Indonesia. Selain membantu nasabah yang kesulitan, ini juga dilakukan untuk membantu perekonomian yang lesu. 

Sebagai contoh, Kredivo adalah fintech kredit digital yang telah terdaftar di OJK yang saat ini memiliki suku bunga paling rendah di pasaran, yaitu 2,6% per bulan,baik untuk cicilan barang ataupun pinjaman dana tunai. Suku bunga Kredivo berubah dari angka 2,95% per bulan menjadi 2,6% per bulan Juli 2020 dalam rangka konsisten pada visi misinya dalam memberi akses layanan kredit online bagi masyarakat Indonesia yang kesulitan mengajukan kredit karena regulasi yang ketat. 

Kredivo menyediakan opsi tenor 3/6/12 bulan untuk cicilan barang di 350+ merchant rekanannya seperti Bukalapak, Lazada, Erafone, IKEA, dll, tanpa uang muka. Sementara untuk pinjaman dana tunai, pengguna Kredivo dapat mengajukan pinjaman mulai dari 500 ribu lewat fitur pinjaman mini atau pinjaman jumbo yang ada di aplikasi Kredivo. Opsi tenor bagi pinjaman tersedia mulai 1 bulan, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. Bukan hanya bunganya paling rendah, Kredivo juga dapat memberikan limit maksimal Rp 30 juta bagi pengguna yang mendaftarkan diri sebagai akun Premium. 

Mengajukan penjadwalan ulang atau restrukturisasi kredit

Restrukturisasi dan penjadwalan ulang kredit adalah dua program yang biasanya dimiliki perbankan untuk mengatasi kredit macet nasabahnya. Di tengah pandemi Covid-19, OJK juga mengimbau bagi perbankan dan perusahaan multifinance untuk membuat kebijakan restrukturisasi bagi masyarakat yang terdampak. 

Penjadwalan ulang (rescheduling) adalah permintaan perubahan jadwal pembayaran atau perpanjangan waktu pembayaran kredit oleh debitur. Jika menjalankan program ini, tenor pinjaman bisa diperpanjang oleh bank sehingga angsuran bulanannya jadi dikurangi sesuai kemampuan bayar debitur. Sebagai contoh, yang awalnya kredit dengan tenor 6 bulan dibuat menjadi 12 bulan dengan tujuan agar debitur bisa membayar & memiliki waktu yang cukup untuk melunasi. 

Sementaraitu, restrukturisasi atau persyaratan kembali adalah upaya perbaikan dari pihak bank bagi debitur yang mengalami kesulitan pembayaran dengan cara: menurunkan suku bunga, memperpanjang jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan bunga dan pokok kredit, hingga penambahan fasilitas kredit. Kamu dapat langsung menghubungi & bernegosiasi dengan pihak bank terkait jika ingin mengetahui informasi lebih detail mengenai dua program ini. 

Setop pengeluaran yang tidak perlu & jual aset 

Berhemat ketat & mengatur ulang prioritas pengeluaran juga wajib dilakukan agar kamu bisa membayar dan mengatasi kredit macet. Kondisi ini memang tidak mudah, namun jika dilakukan secara konsisten dengan niat yang baik untuk melunasi utang yang tersisa maka perlahan-lahan masalah akan terselesaikan. Jika perlu, aset berharga yang ada di rumah dijual untuk menutupi utang yang temponya pendek atau jumlahnya tinggal sedikit. Sehingga, kamu dapat fokus mengurus sisanya. Pelan-pelan, ketika kondisi keuangan sudah stabil dan membaik, kamu dapat mulai menabung & mengembalikan aset yang sudah terjual.