Fenomena Stretch Mark Pada Wanita

Memiliki Stretch Mark di Tubuhmu? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Tahu


Stretch mark adalah guratan yang terlihat di bagian tubuh terutama pada kulit yang ada konsentrasi lemak di dalamnya. Contohnya adalah bagian lengan atas, pantat, paha, perut atas, dan lain-lain. Stretch mark ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, terutama yang memiliki BMI (Body Mass Index) lebih diatas normal. Guratan ini mulanya berwarna merah, merah muda, atau ungu, lama kelamaan menjadi putih dan juga abu-abu, hal ini tergantung dari warna kulit juga.

Penentu Stretch Mark Bernama Kolagen

Tidak semua orang sebenarnya bisa mendapat stretch mark. Kondisi ini biasanya dialami orang yang kandungan kolagen di dalam kulitnya hanya sedikit atau protein yang membuat kulit lentur. Stretch mark ini terjadi karena pertumbuhan tubuh lebih cepat daripada pertumbuhan elastisitas kulit. Bisa jadi waktu massa tubuh berkurang dengan drastis, misalnya sehabis melahirkan atau waktu program penurunan berat badan secara ekstrim.

Ketika kulit meregang secara cepat akibat dari organ tubuh yang mengalami perkembangan atau pertambahan massa badan, lapisan dermis atau lapisan tengah kulit akan menipis sehingga lapisan pada bagian bawah akan timbul ke permukaan. Kondisi inilah yang nantinya disebut sebagai stretch mark.

Penyebab Stretch Mark

Ternyata stretch mark ini bisa dipicu oleh diri kita sendiri. Bergantung aktivitas pa yang kita lakukan sehingga stretch mark ini bisa muncul. Beberapa penyebab stretch mark antara lain :

  1. Kehamilan
  2. Terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat stretch mark
  3. Berat badan meningkat atau menurun secara drastis
  4. Pada masa pubertas, yaitu pada saat tubuh tumbuh dengan cepat. Untuk anak laki-laki stretch mark ini muncul biasanya di daerah bahu dan punggung. Untuk anak perempuan biasanya stretch mark ini muncul pada bagian payudara, pinggul dan paha.
  5. Gangguan kesehatan juga bisa menyebabkan stretch mark ini. Contohnya adalah sindrom marfan atau sindrom Cushing. Sindrom Cushing ini membuat tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebihan, sehingga menyebabkan stretch mark. Untuk sindrom marfan, terjadi karena kelainan gen yang mempengaruhi jaringan penyambung dan kulit.
  6. Akibat konsumsi obat-obatan kortikosteroid yang tidak tepat juga bisa menjadi akar penyebab stretch mark. Kortikosteroid umumnya digunakan dalam bentuk krim untuk menangani kondisi kulit tertentu seperti eksim. Bahan ini ternyata berdampak sama seperti hormone kortisol.

Mencegah Stretch Mark

Stretch mark sebenarnya bisa dicegah, tetapi ada hal-hal tertentu juga yang membuatnya menjadi tidak bisa dicegah. Tetapi ada beberapa cara yang bisa diimplemenatsikan agar pertumbuhan stretch mark ini tidak meluas.

  • Berat Badan Sesuai BMI

Dengan bertambahnya berat badan bisa mengakibatkan timbulnya stretch mark secara cepat, jadi solusinya adalah menjaga BMI agar selalu dalam range normal.

  • Pola makan sehat

Makanan sehat dan segar dapat menjaga kondisi kulit optimal dan tentu saja mencegah terjadinya stretch mark. Biasakan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E, vitamin c dan juga seng.

  • Pengurangan Berat Badan Secara Ekstrim

Ada yang memiliki tubuh diatas BMI dan ingin sekali menurunkan berat badan tetapi dalam waktu singkat sehingga olahraga yang dilakukan sangat berat. Efeknya adalah berat tubuh turun secara drastis, tetapi dengan turunnya berat secara drastic mengakibatkan kondisi kulit menggelambir dan timbul stretch mark.

Itulah fenomena stretch mark yang sering kita jumpai dalam kehidupan. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah referensi kita.