Hal Penting yang Perlu Diketahui dari Pinjaman Cepat

pinjaman online

Mulai dari SMS, media sosial, hingga telepon dari telemarketing, tawaran pinjaman cepat sekarang ini mungkin kerap datang silih berganti. Bagi kamu yang tidak butuh, tentu mengganggu rasanya mendapat tawaran jenis ini terus menerus. Tapi bagi kamu yang saat ini sedang butuh pinjaman, pasti tergiur rasanya untuk mengiyakan.

Namun, sebaiknya jangan terburu-buru. Pinjaman cepat termasuk jenis pinjaman yang perlu diketahui seluk-beluknya dengan cermat sebelum kamu mengajukan pinjaman. Jangan hanya tergiur dengan janji “cair dalam sehari”, tapi kamu juga perlu memahami syarat dan ketentuan di baliknya. Tujuannya supaya kamu tidak terjebak pada jenis pinjaman cepat yang salah dan berpotensi merugikan di kemudian hari. 

Apa saja? Yuk simak ulasannya berikut ini. 

Mulai dari bank hingga fintech menawarkan jenis pinjaman ini

Pinjaman cepat sebenarnya adalah jenis pinjaman yang dimiliki oleh semua lembaga pemberi pinjaman, mulai dari bank, lembaga multifinansial, hingga fintech pinjaman cepat dan kredit online seperti Kredivo. KTA atau kredit tanpa agunan adalah pinjaman cepat yang paling umum ditawarkan oleh bank atau lembaga multifinansial. Kamu bisa ajukan pinjaman tanpa perlu jaminan, namun biasanya syaratnya harus memiliki kartu kredit atau rekening payroll dari bank terkait. Sementara fintech, lebih beragam lagi penawarannya. Ada yang hanya menawarkan pinjaman cepat online saja, ada juga yang menawarkan pinjaman sekaligus kredit online atau cicilan barang di marketplace tanpa kartu kredit, contohnya Kredivo. 

Sebagai calon debitur, kamu tentu perlu mengetahui dulu karakteristik dari masing-masing lembaga pemberi pinjaman cepat. Bank misalnya, sudah pasti kamu perlu mendaftar dan mengajukan pinjaman ke bank terkait dengan membawa dokumen persyaratan. Tak jarang, bank juga akan melakukan proses survei lebih dulu. Sementara dengan fintech, bisa dibilang prosesnya lebih singkat dibanding bank. Selain itu, cara daftar dan pengajuannya juga online melalui situs atau aplikasi yang dapat kamu download di Google Play Store atau App Store. 

Dibandingkan fintech, bank atau lembaga multifinansial konvensional yang menawarkan pinjaman biasanya lebih bisa memberi limit yang besar, dengan pilihan tenor lebih beragam. Sedangkan fintech, rata-rata bisa memberi pinjaman mulai dari ratusan ribu hingga jutaan. Kredivo termasuk fintech yang bisa memberi limit kredit mulai dari jutaan hingga Rp 30 juta. 

Pengajuannya tidak semudah hanya dengan KTP

Sebagian besar tawaran pinjaman uang cepat datang dengan tagline promosi: “hanya dengan KTP”. Padahal, nyatanya tidak demikian. Hati-hati terhadap tawaran sejenis ini dan jangan gegabah memberi data pribadi seperti KTP kepada pihak yang belum jelas kredibilitasnya. Umumnya, lembaga pemberi pinjaman kredibel tidak hanya perlu KTP kamu saja sebagai persyaratan pinjaman, namun juga data-data pendukung lain yang tidak kalah penting seperti slip gaji, kartu keluarga, dan sebagainya. Sebab, tentu saja, lembaga pemberi pinjaman perlu menganalisa kondisi finansialmu sebelum menyetujui pinjaman agar menghindari risiko terjadinya kredit macet. 

Begitu pula apabila kamu mengajukan pinjaman secara online lewat fintech. Dengan Kredivo, misalnya, kamu akan diminta mengupload dokumen pribadi berupa KTP, foto selfie, mengisi form data diri, menyambungkan akun internet banking sebagai bukti penghasilan, dan juga akun e-commerce yang aktif sebagai bukti domisili. Ini berlaku apabila kamu mendaftar sebagai akun Premium melalui aplikasi Kredivo. 

Mengapa harus ada akun e-commerce? Sebab, saat ini persyaratan untuk bisa daftar Kredivo adalah: kamu wajib berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi, memiliki penghasilan tetap per bulannya minimal sebesar Rp 3 juta, dan sudah berusia 18 tahun ke atas. 

Jenis suku bunganya berbeda-beda

Hal paling penting yang wajib diketahui dari jenis pinjaman cepat adalah tipe suku bunganya. Sebab, beda lembaga, beda juga tingkat suku bunga yang diterapkan. Ada lembaga pinjaman yang menerapkan suku bunga tetap per tahun flat, ada juga yang menerapkan suku bunga mengambang. Pinjaman cepat identik dengan tingkat suku bunga yang di atas rata-rata pasaran. Sebab, risiko pinjamannya juga tinggi karena tidak ada jaminan dan cairnya dalam waktu cepat. Ada yang menerapkan suku bunga harian, ada juga yang bulanan seperti Kredivo: sebesar 2,95% per bulannya baik untuk pinjaman atau cicilan. Maka dari itu, agar tidak membebani keuangan di kemudian hari, kamu wajib memperhitungkan tingkat suku bunga di awal sebelum mengajukan pinjaman. 

Tidak cocok digunakan untuk kebutuhan konsumtif

Mau ganti gadget baru? Atau mau belanja ini itu? Maka bukan pinjaman cepat jawabannya. Sebab, tenor yang ditawarkan lembaga pinjaman untuk ini tidak begitu lama. Sebaiknya, gunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak atau produktif sekalian: coba bangun bisnis kecil-kecilan, misalnya. 

Kredivo misalnya, sebagai fintech kredit digital, menyediakan dua opsi pinjaman bagi pengguna Premium: pinjaman mini atau pinjaman jumbo. Minimum pengajuan pinjaman untuk pinjaman mini adalah sebesar Rp500.000 dengan tenor pengembalian maksimal 30 hari. Sementara pinjaman jumbo, berlaku untuk minimum pengajuan pinjaman sebesar Rp 1 juta, dengan opsi tenor 3 atau 6 bulan. Suku bunganya sama: 2,95% per bulan, baik untuk pinjaman mini atau jumbo. 

Apabila sudah memiliki akun dan limit di Kredivo, kamu bisa memanfaatkan dua fitur pinjaman ini kapan saja sesuai kebutuhan. Menarik, kan?